Seminar KTI Widyaiswara Bapelkes Semarang Th. 2020

Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan, Oos Fatimah, SKM, M. Kes membuka secara resmi Seminar Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Senin, 14 Desember 2020. Dalam sambutannya, Kapuslat menyampaikan bahwa karya tulis ilmiah merupakan salah satu indikator penguasaan kompetensi profesional widyaiswara, sekaligus menjadi media komunikasi dalam menuangkan gagasan dan pengetahuannya. Beliau menyampaikan bahwa rangkaian tahap riset – analisis- KTI merupakan proses yang harus ditempuh dalam menghasilkan sebuah KTI yang berkualitas.

Kapuslat juga berpesan bahwa siapapun widyaiswara yang ingin menuju puncak Piramida Maslow, maka dia harus mampu mengaktualisasikan dirinya dengan menulis. Widyaiswara diharapkan tidak terjebak antar anekdot point dan coin. “Puncak kepuasan selayaknya tercapai ketika mampu mengaktualisasikan brain melalui sebuah tulisan. Maka bagi seorang widyaiswara yang modern, semangat anekdot itu harus dilengkapi menjadi coint, point and brain yang dibuktikan dengan jumlah KTI yang berhasil ditulisnya,” harapnya.

Sejalan dengan yang disampaikan Kepala Bapelkes Semarang, Emmilya Rosa, SKM, MKM, Seminar KTI merupakan bagian akhir dari kegiatan penyusunan karya tulis ilmiah widyaiswara yang mengacu pada Perka LAN Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Perka LAN No 9 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bagi Widyaiswara.

Seminar KTI ini dimaksudkan untuk menyampaikan hasil penelitian ilmiah widyaiswara Bapelkes Semarang Tahun 2020 pada rekan sejawat widyaiswara dan lembaga diklat di wilayah kemitraan Bapelkes Semarang. Selain itu, seminar ini bertujuan untuk mendapatkan masukan atas karya tulis ilmiah yang disusun dan menghasilkan gagasan lebih lanjut mengenai kemungkinan pengembangan karya tulis ilmiah widyaiswara.

Sesi pertama seminar dipandu oleh moderator Dra. Nila Arianingsih, Apt, MQIH. Sesi pertama diisi dengan penyampaian hasil penulisan ilmiah dengan judul “Pengaruh Penerapan Keterampilan Kepemimpinan Perubahan Diklatpim IV Terhadap Kesinambungan Proyek Perubahan” oleh Murcita, S. Pd, M. Kes. Selanjutnya hasil penulisan ilmiah dibahas oleh pembahas yang berasal dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Meita Ahadiyati Kartikaningsih, Ph. D dan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan (Puslat SDMK), Anita Basuki, SKM, M.Kes. Panel diskusi berlangsung antara moderator, penulis, pembahas dan peserta seminar.

Pada sesi ke-dua, widyaiswara Bapelkes Semarang, Agustina Catur Setyaningrum, S. SiT, M.Kes memaparkan hasil peneltian yang berjudul Peran Lembaga Pelatihan dalam Mencegah Stres pada Peserta Pelatihan Dasar CPNS di Balai Pelatihan Kesehatan Semarang Tahun 2020”. Hasil penelitian dibahas oleh Dr. Bayu Hikmat Purwana, M. Pd (LAN) dan Ella Andalusia, S. Kep, Ns (Puslat SDMK). Asih Kunwahyuningsih, S.Pd, M.Kes bertindak sebagai moderator pada sesi ini.

Peserta seminar berasal dari BBPK dan Bapelkesnas, Bapelkes Daerah pada wilayah mitra, Instansi atau pemerintah daerah yang pernah bekerjasama dalam pelaksanaan Latsar dan Diklatpim IV, Instansi Diklat non Kemenkes di wilayah Jateng, DIY dan Jatim, serta Instansi Vertikal Kemenkes di wilayah Jateng, DIY dan Jatim. (ar)

Leave a Reply

nine + 17 =