Pembukaan Pelatihan Penggunaan EKG dan AED bagi Dokter di FKTP Angkatan 1 dan 2

Tertundanya penanganan penderita penyakit jantung dapat disebabkan oleh dokter yang belum bisa membaca kegawatdaruratan EKG (elektrokardiografi) atau Puskesmas yang tidak memiliki mesin EKG. Langkah terobosan dibutuhkan agar deteksi dan penanganan penyakit jantung dioptimalkan sejak dari Puskesmas.

“Oleh karena itu ketrampilan menggunakan EKG (elektrokardiografi) dan AED (Automated External Defribilator) sangat diperlukan bagi dokter yang berpraktik di layanan primer, “ungkap Kapuslat SDMK, Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes dalam Pembukaan Pelatihan Penggunaan EKG dan AED bagi Dokter di FKTP Angkatan 1 dan 2 Bapelkes Semarang (10/11).

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kapuslat SDMK, bertujuan supaya dokter di layanan primer mampu melakukan pemeriksaan dan tatalaksana pasien dalam menggunakan EKG dan AED.

Kepala Bapelkes Semarang, Asep Zaenal Mustofa, SKM, M.Epid menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan dengan metode Blended learning. Pelatihan online dilaksanakan pada tanggal 10 – 13 November 2021. Waktu pelaksanaan klasikal Akt 1 pada tanggal 14 17 November 2021, sedangkan Akt 2 pada tanggal 21 – 24 November 2021.

Peserta pelatihan EKG dan AED merupakan dokter Sp.KKLP atau dokter umum yang bekerja di FKTP. Peserta Akt 1 berasal dari Provinsi Jawa Tengah sebanyak 25 orang, sedangkan Akt 2 berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 25 orang.

Pembukaan pelatihan dihadiri Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) Cabang Prov. Jateng, dr. Susi Herminingsih, Sp. JP. Turut hadir pula Ketua Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Pusat, Dr. dr. Herqutanto, MPH, MARS, Sp.KKLP. (ar)

#bapelkessemarang
@puslatsdmkesehatan @badanppsdmkes @kemenkes_ri

Leave a Reply

ten + 19 =

Open chat