Pembukaan Pelatihan Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita

Bapelkes Semarang sebagai unit pelaksana pelatihan teknis di bidang Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk Pada Balita, bagi petugas di Puskesmas maupun di Dinas Kesehatan Blora.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bapelkes Semarang, Emmilya Rosa, SKM, MKM pada Senin, 9 November 2020. Dalam sambutannya, Ibu Kepala berharap peserta dapat memberikan kontribusi dalam upaya Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita sehingga dapat meningkatkan status gizi balita terutama di lingkungan kerja DKK Kab. Blora sesuai dengan yang diharapkan.

Pembukaan pelatihan secara online dihadiri oleh Plt. Kepala DKK Blora, dr Henny Indriyanti, M.Kes beserta jajaran. Pejabat struktural, widyaiswara dan panitia Bapelkes Semarang turut hadir dalam pembukaan tersebut. Plt. Kepala DKK Blora menyampaikan sambutan dalam pembukaan pelatihan ini.

Pihaknya menyampaikan latar belakang diselenggarakan pelatihan dan permasalahan gizi buruk di Wilayah Kab Blora. Pelayanan gizi diharapkan dapat tetap berjalan dengan melakukan beberapa penyesuaian terkait dengan kebijakan pembatasan sosial yang diatur oleh Pemerintah Daerah setempat untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19. “Harapannya tidak menemui balita lagi yang stunting,” pungkasnya.

Kepala Seksi Pelatihan Teknis, Siti Nurchasanah, S.Si.T, MPH menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan. Pelatihan akan dilaksanakan tanggal 9 s.d 14 November 2020 dengan metode pembelajaran Distance Learning (Pembelajaran Jarak jauh). Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat melakukan pengelolaan pencegahan dan tatalaksana gizi buruk pada balita sesuai Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita.

Jumlah peserta pelatihan sebanyak 20 orang yang berasal dari tenaga kesehatan di Wilayah Kab. Blora. Rincian peserta meliputi fungsional nutrisionis DKK Blora sebanyak 2 orang. Sisanya berasal dari 6 Puskesmas, sebanyak 18 orang tenaga kesehatan di Puskesmas meliputi dokter, bidan/perawat, dan tenaga pelaksana gizi. (ar)

Leave a Reply

14 + 5 =