Pembukaan Pelatihan Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) COVID-19 bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) Angkatan I dan II

Pelatihan Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) COVID-19 bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) Angkatan I dan II Bapelkes Semarang Tahun 2021 dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan SDMK (07/06). Pembukaan dihadiri oleh Kapuslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbangkes beserta jajaran, Kepala Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga beserta jajaran, serta pejabat administrasi dan fungsional Bapelkes Semarang.

Mengawali pembukaan, laporan penyelenggaraan pelatihan disampaikan oleh Plh. Kepala Bapelkes Semarang, Sulkan, S.Kp, Ns. Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended sebanyak 63 JP.Pembelajaran daring akan dilaksanakan selama 5 hari dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal pada materi (PKL) yang akan dilaksanakan selama 3 hari bertempat di B2P2VRP Salatiga. Target peserta pelatihan sejumlah 50 orang berasal dari Instansi Laboratorium Jejaring Kemenkes Wilayah Provinsi Jateng sebanyak 40 orang dan DIY sejumlah 10 orang.

Kapuslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbangkes, Dr. dr. Vivi Setiawaty memberikan sambutan dalam pembukaan ini. Pihaknya berharap pelatihan ini menjadi nilai tambah, memberikan informasi tambahan dan bermanfaat kepada seluruh peserta.

Kapuslat SDMK, Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes menyampaikan dalam sambutannya bahwa Badan Litbangkes selaku laboratorium rujukan nasional pemeriksaan COVID-19 perlu melakukan pelatihan pemeriksaan PCR COVID-19 bagi petugas laboratorium, untuk memastikan semua laboratorium yang termasuk ke dalam Jejaring Laboratorium Pemeriksa COVID-19 menjalankan SOP yang sama serta memiliki petugas laboratorium yang kompeten dalam pemeriksaan PCR COVID-19.

Merujuk pentingnya pelatihan tersebut dan melihat kondisi peningkatan kasus COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah saat ini terutama Kab. Kudus, maka diperlukan bantuan tenaga ATLM terlatih untuk mendeteksi kasus terkonfirmasi positif. Untuk itu terdapat penambahan target peserta yang tercantum dalam kurikulum sejumlah 50 orang, menjadi 60 orang. Tambahan peserta tersebut akan diterjunkan ke Kab. Kudus, sehingga kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dapat segera tertangani dan dicegah peningkatannya lebih cepat.

Pelatihan ini terselenggara sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19, kerjasama antara Puslat SDM Kesehatan, Bapelkes Semarang, Badan Litbangkes dan B2P2VRP Salatiga. (ar)

Leave a Reply

seventeen − 2 =