Lokakarya Nasional Kemitraan dan Pengampuan Pelatihan Bidang Kesehatan Bapelkes Semarang Tahun 2021

Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. dr. Maxi Rondonuwu, DHSM, MARS membuka secara resmi kegiatan Lokakarya Nasional Kemitraan dan Pengampuan Pelatihan Bidang Kesehatan Bapelkes Semarang Tahun 2021, dilanjutkan dengan Keynote Speak Isu-isu Strategis SDM Kesehatan Tahun 2020-2024.

Pada awal sambutannya, Plt Ka Badan mengapresiasi Bapelkes Semarang yang di penghujung tahun masih menyelenggarakan Lokakarya Nasional, dalam mendukung pelaksanaan program Bapelkes daerah maupun institusi penyelenggara pelatihan lainnya, termasuk rumah sakit.

Lebih lanjut Ka Badan menyampaikan arah kebijakan RPJMN 2020-2024, yaitu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar dan peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Lokakarya Nasional diselenggarakan sebagai bentuk sosialisasi kepada stakeholder terkait penyelenggaraan pelatihan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan terjalinnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan utamanya di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan.

Sesi pertama Lokakarya, diisi dengan paparan Kebijakan Akreditasi Institusi dan Akreditasi Pelatihan Bidang Kesehatan oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan, Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes. Selanjutnya, Kepala Puskat Mutu SDM Kesehatan, drg. Diono Susilo Yuskasran, MPH menyampaikan paparan Kebijakan Jabatan Fungsional Kesehatan. Sesi ini dipandu oleh Kepala Bapelkes Semarang, Emmilya Rosa, SKM, MKM selaku moderator. Moderator memandu sesi tanya jawab peserta seminar.

Sesi ke-dua Lokakarya dipandu oleh Kepala Seksi Pelatihan Fungsional Bapelkes Semarang, Rasa Harbakti, SKM, M.Kes. Dalam sesi ini, Kepala Bapelkes Semarang menyampaikan paparan Penyelenggaraan Pelatihan di Bapelkes Semarang, Tarif Penyelenggaraan Pelatihan, Mekanisme Pengampuan Pelatihan dan Sistem Zoonasi dalam Kemitraan. Pada akhir sesi, diberikan waktu kepada peserta untuk bertanya kepada narasumber.

Sesi terakhir Lokakarya diisi diskusi dan desk usulan pelatihan dan pengampuan Tahun 2021. Peserta dibagi ke dalam 4 (empat) kelompok. Masing-masing kelompok terdapat Tim Pengendali Mutu (TPM) Bapelkes Semarang yang memandu. Peserta diberi kesempatan untuk memperoleh informasi secara mendalam terkait pelaksanaan pelatihan di Bapelkes Semarang.

Sasaran kegiatan seminar ini antara lain BBPK dan Bapelkesnas, Bapelkes Daerah pada wilayah mitra, Kementerian dan Instansi atau pemerintah daerah yang pernah bekerjasama dalam pelaksanaan Latsar dan PKP, Instansi Diklat non Kemenkes di seluruh Indonesia, Instansi Vertikal Kemenkes di seluruh Indonesia. Lokakarya ditutup secara resmi oleh Kepala Bapelkes Semarang. (ar)

Leave a Reply

1 × one =