Gubernur Ganjar Pranowo Jadi Keynote Speaker Pada Workshop Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Propinsi Jawa Tengah

Bapelkes Semarang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop Online Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah. Workshop berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2020. Hadir sebagai keynote speaker, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, S.H, M.I.P, dengan moderator dr. Achmad Soebagjo Tancarino, MARS, Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan. Workshop dibuka oleh Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL (K), MARS.

Moderator dr. Achmad Soebagjo Tancarino, MARS, Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan

Dalam sambutannya, Kepala Badan PPSDM menyampaikan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam penanganan bencana covid-19. “Mari kita bersama-sama bersatu menanggulangi bencana ini secara terpadu mulai dari Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Lurah. Termasuk juga melibatkan seluruh komponen yaitu tokoh agama/tokoh masyarakat, Bidan Desa, Bhabinkamtibmas, Kader kesehatan, Posyandu, dan seluruh Warga masyarakat, dimana komponen memiliki tugas dan peran sesuai dengan kewenangan masing-masing.” Lebih lanjut disampaikan bahwa Kementerian Kesehatan telah menyusun buku Pedoman Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di RT/RW/Desa sebagai panduan bagi pelaksana pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19 di level masyarakat.

Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL (K), MARS.

“Kementerian Kesehatan mengapresiasi Bapak Gubenur beserta jajaran karena telah berupaya maksimal dalam menanggulangi Covid-19 di Jawa Tengah termasuk dalam pemberdayaan masyarakat dengan membuat program “JOGO TONGGO’, dimana program ini mendorong masyarakat berperan dalam mendukung jaring pengaman sosial dan ekonomi, serta ada keterlibatan Ketua RW dan Ketua RT dalam penanganan Covid-19. Kami berharap program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan Jawa Tengah juga dapat dilaksanakan di semua daerah, “ harapnya.

Gubernur Jawa Tengah pada awal sambutannya menyampaikan kondisi yang terjadi di Jawa Tengah akibat pandemi covid-19 dan tindakan untuk mengatasinya. “Dengan kondisi covid khususnya yang ada di Jawa Tengah. Kita butuh tindakan yang luar biasa, bukan butuh tindakan yang biasa-biasa saja. Saya orang yang menyakini covid ini sebenarnya tidak terlalu sulit dicegah kalau kita disiplin. Disiplin dalam penggunaan masker, jaga jarak, pola hidup sehat, dan sering cuci tangan.”

Keynote speaker, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, S.H, M.I.P

Dalam paparannya, juga disampaikan latar belakang terwujudnya program JOGO TONGGO. “Akibat pandemi ini, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sebesar 2,6%. Kondisi ekonomi yang terjun bebas, efeknya sangat luar biasa. Maka kita harus punya konsep yang luar biasa. Dengan pengalaman lockdown, PSBB dan pembatasan masyarakat tetapi tidak besar di beberapa daerah. Yang muncul masyarakat tidak bisa bergerak, ekonomi tidak bisa tumbuh, kriminalitas meningkat, masyarakat tidak terlalu disiplin. Sudah ditetapkan PSBB masih nekad, serta penegakan hukum tidak terlalu kuat. “

Gubernur Jawa Tengah ini menyampaikan inti program JOGO TONGGO, “Maka kekuatan kita balik, dari basis masyarakat. Karena masyarakat adalah tentara paling kuat yang bisa melawan. Dan hari ini, seluruh perilaku kehidupan kita harus dirubah. Saya sampaikan bahwa JOGO TONGGO harus ada. kita harus membuat SATGAS untuk menjaga komunitas paling kecil. Mereka yang dari desa, mampu mengelola kondisi jaring pengaman sosial. Terdiri dari 4 bidang tugas SATGAS, bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan kemanan serta hiburan.” Pada sesi ini, Gubernur Jawa Tengah membuka sesi tanya jawab kepada peserta, salah satunya SATGAS COVID dari salah satu RW di Kabupaten Wonosobo.

dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI

Workshop dilanjutkan dengan materi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Covid-19 di RT/RW/Desa oleh dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI. Narasumber berikutnya, Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes memaparkan materi Peran Bidan dan Kader Kesehatan Dalam Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 di Jawa Tengah. Selanjutnya, dilakukan pembahasan oleh Prof Dr dr Sutaryo, Sp.A (K), Guru Besar FKKMK UGM. Pada tiap sesi narasumber, peserta diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo,

Peserta workshop berjumlah 500 orang via Zoom Cloud Meetings dan 3.000 partisipan via streaming Youtube Bapelkes Semarang. Peserta yang mengikuti terdiri dari perwakilan Bupati/Walikota, Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota, Camat, Kepala Desa/ Lurah, Bidan Desa, Ketua RT dan RW di Provinsi Jawa Tengah. Materi workshop dapat diunduh di website Bapelkes Semarang. Masyarakat Jawa Tengah yang belum sempat mengikuti workshop, dapat menyimak di akun Youtube Bapelkes Semarang. (ar)

Peserta Workshop Online

3 Comments

  1. Ruri handayani 11 Mei 2020 Balas
    • admin 15 Mei 2020 Balas
    • admin 23 Juni 2020 Balas

Leave a Reply

one × four =