Gelar Halal Bi Halal 1440 H, Bapelkes Semarang Hadirkan K.H. Drs. Mansyur Chadziq

Bapelkes Semarang menggelar silaturahmi dan Halal Bi Halal di aula Bapelkes Semarang Kampus 2 di Salaman, Rabu (12/6/2019). Hadir dalam acara ini, Kepala instansi mitra, Pensiunan, pegawai dan Dharma Wanita Bapelkes Semarang. Selain itu hadir dalam acara ini Ibu Toto Castro, istri mantan Kepala Bapelkes Semarang. Rasa Harbakti, SKM, M.Kes sebagai Ketua Panitia menyampaikan acara ini sebagai ajang mempererat silaturahmi keluarga besar Bapelkes Semarang. Kepala Bapelkes Semarang,

Kepala Bapelkes Semarang memberikan sambutan
pada Acara Halal Bihalal 1440 H Bapelkes Semarang

Emmilya Rosa, SKM, M.Kes menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri kepada seluruh pihak yang hadir dalam sambutannya. “Kepada pimpinan Instansi mitra seperti Kepala Puskesmas, Camat, Kepala desa dan lintas sektor lainnya, kami sampaikan terima kasih atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini. Semoga ke depan jejaring kerjasama ini dapat lebih erat dan terus kita tingkatkan sehingga memberikan kemajuan serta berdampak kepada masyarakat. Tema Halal Bi Halal pada tahun ini adalah Dengan Halal Bi Halal Kita Abadikan Semangat Romadhon. Kami maksudkan bahwa setelah kita digembleng selama satu bulan penuh dengan nilai – nilai puasa Romadhon seperti kejujuran, kedisiplinan, kesabaran serta kepedulian kepada sesama dan lain sebagainya, diharapkan bisa tetap menjadi nilai di hari – hari selanjutnya, serta nilai – nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam peningkatan kerja dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari – hari”, harap Kepala Bapelkes Semarang.

Tausiyah Halal Bi Halal kali ini disampaikan oleh K.H. Drs. Mansyur Chadziq dari Pondok Pesantren Ushuludin Bawang Salaman Kab. Magelang. Menurut K.H. Drs. Mansyur Chadziq, peningkatan ibadah di Bulan Ramadan diukur pada Bulan Syawal. Syawal artinya peningkatan. Selepas Ramadhan, ibadah selain difokuskan kepada Allah SWT (vertikal) juga kepada sesama manusia (horizontal).

K.H. Drs. Mansyur Chadziq memberikan tausiyah kepada para hadirin
Halal Bihalal 1440 H Bapelkes Semarang

Kata K.H. Drs. Mansyur Chadziq, ibadah meliputi Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah.  Ibadah Mahdhah adalah ibadah yang aturannya sudah jelas, tidak dapat diubah. Seperti sholat dan puasa, zakat, ibadah haji. Sedangkan Ibadah Ghairu Mahdhah merupakan semua bentuk amal kegiatan yang tujuannya untuk mendekati Allah, namun aturannya tidak diatur. Meliputi melaksanakan tugas dengan penuh kesadaran dan keikhlasan (sikap), senyum, bekerja ikhlas, menolong orang lain.

Dalam tausiyahnya, disebutkan tanda – tanda keberuntungan seseorang antara lain : (1) Melupakan perbuatan baiknya, seakan-akan belum pernah berbuat baik, (2) Selalu ingat terhadap salah dan dosa – dosanya agar ingat untuk tidak melakukan dosa lagi, (3) Ketika melihat agama selalu melihat posisi yang di atas, agar bisa mencontoh, (4) Ketika melihat dunia, yang dilihat bawahnya agar selalu bisa bersyukur kepada Allah SWT.

K.H. Drs. Mansyur Chadziq meningatkan kepada seluruh hadirin, “Salah kepada Allah lebih mudah mencari ampunan dibandingkan dengan sesama manusia. Jika salah kepada Allah dapat bertobat nasuha, sedangkan jika berdosa kepada sesama manusia jika belum selesai di dunia, maka akan dibawa di akhirat nanti.”

Di akhir tausiyahnya, disebutkan bahwa nikmat terdiri dari tiga macam, yaitu nikmat kecil, nikmat besar dan nikmat sempurna. a) Nikmat kecil meliputi: 1) nikmat dunia seisinya, 2) nikmat sehat, 3) nikmat badan (mata, dll), 4) Nikmat ruh. b) Nikmat besar meliputi nikmat iman dan islam. c) Nikmat sempurna adalah nikmat kita ketika dapat masuk surga. Tausiyah ditutup dengan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.

Bersalam salaman dalam rangka memperat tali silaturahmi dan memaafkan satu sama lain

Selepas tausiyah, acara dilanjutkan dengan pemberian kenang – kenangan kepada pegawai yang purna. Selanjutnya acara salam salaman dan ramah tamah seluruh hadirin. Acara ditutup dengan foto bersama. (ar)

Leave a Reply

two × 5 =