EPP Pelatihan PONED

Dalam mencapai visi dan misi Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan maka seluruh jajaran Kementerian Kesehatan baik di Pusat maupun Daerah mempunyai kewajiban untuk mendukung program-program pemerintah terutama disektor kesehatan. Salah satunya adalah melalui upaya peningkatan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dengan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu.

Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yaitu 390 per 100.000 kelahiran dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang mencapai 69 per 1000 kelahiran hidup, terutama di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) yang tidak terjangkau oleh tenaga dan fasilitas kesehatan yang memadai merupakan masalah yang serius yang harus segera ditangani. Sebagaimana kita ketahui bahwa target Millenium Development Goals (MDGs) dalam bidang kesehatan salah satunya adalah menurunkan AKI dan AKB menjadi 102 per 100.000 kelahiran dan AKB dari 69 per 1000 kelahiran hidup menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup, perlu dilaksanakan upaya yang terpadu dalam menangani permasalahan dan penyakit yang terjadi pada masa hamil, bersalin, nifas dan bayi neonatus, khususnya dalam menangani kasus kedaruratan obstetri dan neonatus.

Di dalam Renstra Kementerian Kesehatan 2010-2015 menetapkan bahwa seluruh Puskesmas Kecamatan di Indonesia harus memberikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) selama 24 jam. Sehubungan dengan komitmen diatas dalam rangka meningkatkan efektifitas PONED di Puskesmas, maka Bapelkes Semarang telah melaksanakan pelatihan PONED bagi puskesmas yang telah mampu PONED di Jawa Tengah pada tahun 2014.

Untuk melihat dan memantau hasil pelatihan yang telah diikuti oleh tim PONED puskesmas serta melihat apakah Puskesmas PONED yang telah dilatih sudah bisa berjalan dengan baik, maka kami melaksanakan kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP) PONED. Sesuai dengan permenkes 2361 maka penanggung jawab kegiatan ini adalah Seksi Pengendalian Mutu bekerja sama dengan seksi yang lain serta widyaiswara sebagai tim pengumpul data (tim pulta).

Rangkaian kegiatan EPP ini dimulai dari kegiatan penyusunan instrumen sampai dengan seminar hasil. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari bulan Februari 2015 dan direncanakan akan selesai sebelum bulan Juli 2015. Kegiatan ini mengambil tempat di Puskesmas asal alumni peserta latih Pelatihan PONED tahun 2014 di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Subyek evaluasi adalah alumni peserta latih yang merupakan Tim PONED terdiri dari dokter, bidan, serta perawat. Untuk melihat keterlibatan tim yang lain serta dukungan manajemen, maka tim pulta ini juga melakukan pengumpulan data kepada kepala puskesmas serta Tim Pendukung Poned yang terdiri dari masing-masing satu orang dokter, bidan, perawat, petugas analis serta petugas administrasi. Instrumen evaluasi berupa kuesioner, panduan wawancara serta checklist.

Selain itu, kegiatan EPP juga melihat sejauh mana keterlibatan serta peran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dan juga Rumah Sakit tempat rujukan sebagai instansi pembina terhadap keberlangsungan Puskesmas mampu PONED diantaranya melakukan monitoring dan evaluasi serta pembinaan terhadap peningkatan kinerja pegawai yang telah dikirim mengikuti pelatihan. Salah satu bentuk pembinaan yang diharapkan agar peserta dapat terus meningkatkan keterampilan yang telah diperolehnya adalah dengan memberikan kesempatan magang maupun on the job training bagi Tim PONED maupun Tim pendukung PONED. (Penulis : Tim Dalmut)

Leave a Reply

eleven − 4 =