Bapelkes Semarang Gelar Sosialisasi GERMAS di Blitar

Blitar – Ratusan orang terlihat memenuhi pendopo Balai Desa Kolomayan, Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar pada Kamis pagi (12/7). Spanduk Selamat Datang Peserta Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi petunjuk acara yang sedang berlangsung. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang kembali mengadakan sosialisasi GERMAS bersama anggota DPR RI Komisi IX, Ir. Budi Yuwono, Dipl SE di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Peserta kegiatan sosialisasi berjumlah 330 orang yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Muspika, Puskesmas, tokoh masyarakat, pemuka agama, kader posyandu, dan bidan. Peserta tidak hanya berasal dari desa tersebut, tetapi juga masyarakat desa tetangga. Ir. Budi Yuwono, Dipl SE, Kepala Bapelkes Semarang, Kepala Desa Kolomayan, Camat Wonodadi, Kabid Kesmas Dinkes Kab. Blitar mewakili Kadinkes Kab Blitar dan Kepala Puskesmas Wonodadi menghadiri acara ini.
Muhammad Makrus, SE dalam sambutannya menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya, Desa Kolomayan dikunjungi anggota DPR RI. Kepala Desa Kolomayan ini berharap agar semua warga masyarakat menyukseskan GERMAS. Sedangkan dr. Miftakhul Huda yang menjabat Kabid Kesmas Dinkes Kab. Blitar menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi transisi epidemiologi, yaitu kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat. Dalam 4 (empat) tahun terakhir terjadi pergeseran pola penyakit. Jika dulu penyakit menular merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan, justru saat ini yang terbanyak penyakit tidak menular. Seusai sambutan, semua peserta mengikuti Senam GERMAS yang dibimbing oleh dosen dan mahasiswa Poltekkes Malang, dilanjutkan dengan makan buah bersama.
“Sehat adalah pilihan. Apakah kita memilih sehat atau tidak sehat, “ ujar Ir. Budi Yuwono, Dipl SE dalam menanggapi GERMAS. Anggota DPR RI Komisi IX ini juga memberikan saran kepada semua pihak untuk bekerjasama dalam menghadapi permasalahan di bidang kesehatan. Hal ini dikarenakan kerjasama antar instansi masih kurang, seolah – olah kesehatan hanya tugas dari Kemenkes saja. Pihaknya juga mengapresiasi kepada Kemenkes yang sudah melaksanakan sosialisasi GERMAS. Di akhir sambutannya, Anggota DPR dari Fraksi PDI-P ini menekan pentingnya GERMAS untuk pribadi dan nasional. “Kalau rakyatnya sehat, maka produktivitasnya meningkat dan BPJS semakin baik melayani kita, “ pungkasnya.
Acara puncak dari kegiatan ini yaitu pemberian materi mengenai GERMAS oleh Emmilya Rosa, SKM, MKM. Dengan bahasa yang komunikatif kepada peserta, Kepala Bapelkes Semarang ini memberikan sosialisasi tentang GERMAS kepada masyarakat. Pada intinya GERMAS itu perubahan perilaku kita, yang sebenarnya sudah pernah kita lakukan, tetapi terjadi perubahan untuk menjalani hidup sehat. “Sehat dimulai dari kita sendiri, sadar bahwa sehat itu mahal. Kita sadar, kita mau, dan kita mampu untuk hidup sehat.“ paparnya. Fokus kegiatan GERMAS meliputi: 1) melakukan aktivitas fisik, 2) konsumsi sayur dan buah, 3) memeriksa kesehatan secara berkala.
Bentuk Kegiatan GERMAS antara lain: melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban. Sedangkan tujuan GERMAS adalah agar masyarakat berperilaku sehat sehingga berdampak pada : kesehatan terjaga, produktif, lingkungan bersih, biaya untuk berobat kurang. Semua pihak harus terlibat dalam GERMAS, dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, Pemerintah Pusat dan Daerah. Acara ditutup oleh sesi tanya jawab peserta dan narasumber. (ar/rh)

Senam GERMAS Bersama

Sosialisasi GERMAS oleh Kepala Bapelkes Semarang

Peserta Makan Buah Bersama

Leave a Reply

12 + two =