Bapelkes Semarang Gandeng Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI dalam Pelatihan Pelayanan Prima

Bapelkes Semarang kembali menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Prima bagi internalisasi pegawainya. Kali ini Bapelkes Semarang menggandeng Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI sebagai narasumber dan fasilitator. Pelatihan diselenggarakan secara online pada tanggal 7 s.d 8 Desember 2020. Peserta pelatihan merupakan pegawai Bapelkes Semarang, baik di Kampus Semarang maupun Salaman.

Kepala Bapelkes Semarang, Emmilya Rosa, SKM, MKM menyampaikan bahwa Bapelkes Semarang telah meraih predikat untuk Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tingkat Kemenkes RI, pada sambutannya. “Predikat tersebut sebagai salah satu syarat untuk pelaksanaan good governance. Proses pelaksanaan WBK di satker kami, menginginkan adanya peningkatan pelayanan publik. Karenanya, pelatihan pelayanan prima direncanakan tiap tahun dilaksanakan, “jelasnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Bapelkes Semarang juga mengutarakan harapan dalam proses pelaksanaan kegiatan, “Kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik yakni manfaat dan pengalaman, yang pada akhirnya kepuasan pada pelanggan terutama kepada peserta pelatihan, ” pungkasnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemenkes RI, drg. Widyawati, MKM membuka pelatihan ini dan memberikan materi Membangun Budaya Melayani dalam Layanan Publik. Kepala Biro mengharap kerjasama dan keseriusan seluruh pegawai Bapelkes Semarang untuk sebuah pelayanan prima.

Lebih lanjut, disampaikan pelayanan publik mengacu pada Permenkes RI Nomor 33 Tahun 2019 tentang Standar Perilaku Interaksi Pelayanan Publik di lingkungan Kemenkes RI. Sesi ini juga membahas terkait prinsip – prinsip titik pelayanan publik dan lingkup pelayanan Bapelkes Semarang.

Narasumber ke-dua, Pranata Humas Ahli Madya Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Prawito, SKM, MKM menyampaikan materi Mengembangkan, Mengelola, dan Memimpin Keunggulan Pelayanan. Selanjutnya dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Peserta dibagi ke beberapa kelompok sesuai tugasnya untuk membahas Rencana Peningkatan Pelayanan dan Standar Pelayanan masing-masing titik pelayanan.

Pada hari ke-dua pelatihan, merupakan sesi presentasi dari masing-masing kelompok. Kedua narasumber memberi masukan dan koreksi terkait paparan. Peserta lainnya juga diberi kesempatan untuk memberi masukan. Setelah sesi presentasi dan diskusi, dilanjutkan dengan acara penutupan pelatihan.

Ketua Panitia, Sulkan, S.Kp, Ns menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan. Pelatihan telah dilaksanakan selama 2 (dua) hari untuk membangun pemahaman dan kesadaran akan pelayanan prima di Bapelkes Semarang. Kepala Bapelkes Semarang secara resmi menutup pelatihan. “Selama 2 (dua) hari ini kita belajar bagaimana memberikan pelayanan untuk memberi manfaat menuju kepuasan pelanggan. Pelayanan yang kita lakukan semua by design dan hasil pelatihan ini merupakan komitmen bersama per Januari 2021, “harapnya. (ar)

Leave a Reply

19 − 2 =

Open chat