Persiapan Pranikah dari Sisi Kesehatan Reproduksi

Oleh : Agustina Catur  ( Widyaiswara )

Gambar diambil dari : https://www.rumah.com/panduan-properti/buku-nikah-53331

Kehidupan pernikahan yang bahagia dan mempunyai keturunan yang sehat, cerdas adalah dambaan setiap orang.  Akan tetapi tak jarang  banyak permasalahan yang timbul  dalam pernikahan, salah satunya masalah Kesehatan. Sebagai contoh adalah masalah infertilitas , kehamilan berisiko, bayi lahir tidak sehat, keguguran, dll. Oleh karena itu sangat penting sebelum pernikahan untuk mempersiapkan Kesehatan reproduksi kita.

Beberapa persiapan pranikah yang terkait dengan Kesehatan reproduksi adalah:

1. Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan Kesehatan ini dilakukan idealnya adalah 3 bulan sebelum tanggal pernikahan.  Manfaatnya untuk :

  • Mengetahui status kesehatan calon pengantin (catin)
  • Memberikan waktu pengobatan apabila ditemukan masalah kesehatan
  • Mencegah penularan penyakit kepada pasangan
  • Mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang sehat
  • Mempersiapkan kehamilan dan menghasilkan keturunan yang sehat dan berkualitas

Pada saat pemeriksaan calon pengantin   akan  diberikan pertanyaan tentang keluhan Kesehatan yang sedang alami, riwayat Kesehatan,  dan deteksi dini adanya masalah kejiwaan.

Kemudian catin akan dilakukan pengukuran tekanan darah, Berat badan, Tinggi badan, Lingkar lengan atas (LILA), tanda- tanda anemia, pemeriksaan darah rutin ( Hemoglobin, golongan darah dan rhesus), pemeriksaan urin rutin, dan pemeriksaan lain atas indikasi medis seperti gula darah, IMS, HIV, malaria, thalassemia, Hepatitis B, TORCH. Dan selanjutnya akan diberikan KIE dan konseling Kesehatan reproduksi, pemberian tablet dambah darah, skrining dan imunisasi TT , serta pengobatan sesuai permasalahan Kesehatan

2. Persiapan gizi

Persiapan gizi perlu dilakukan sebelum menikah, ini berkaitan dengan persiapan kehamilan, dimana proses kehamilan membutuhkan cadangan nutrisi dari ibu. Persiapan gizi meliputi penentuan status gizi dan pemenuhan gizi seimbang.

Status gizi ditentukan dengan pengukuran Indek Massa Tubuh (IMT) serta pengukuran Lingkar Lengan atas bagi Catin perempuan.

Cara penghitungan IMT

Interpretasi nilai IMT ditampilkan dalam tabel berikut:

Status GiziKategoriIMT
Sangat kurusKekurangan BB tingkat berat< 17,0
KurusKekurangan BB tingkat ringan17 – < 18,5
Normal 18,5 – 25
GemukKelebihan BB tingkat ringan>25 – 27
ObesitasKelebihan BB tingkat berat>27

Sedangkan Lingkar Lengan Atas normalnya adalah 23,5 cm. Apabila LiLA catin kurang dari 23,5 artinya catin mengalami KEK ( Kurang Energi Kronik)

Pemenuhan gizi seimbang catin

Catin perlu mengkonsumsi lima kelompok pangan dengan seimbang. Kelima kelompok pangan itu adalah makanan pokok, sayuran, lauk pauk, buah-buahan dan minuman. Proporsi setiap kali makan digambarkan melalui gambar berikut:

Selain itu upayakan untuk minum air putih kurang lebih 8 gelas/ hari, hindari terlalu banyak minum teh/ kopi

3. Imunisasi tetanus

Imunisasi tetanus diperlukan untuk melindungi ibu dan bayi dari penyakit tetanus. Sebelum pemberian imunisasi tetanus akan dilakukan screening imunisasi tetanus apakah sudah mendapat 5 kali imunisasi/ belum, apabila belum, maka catin perempuan harus melengkapinya di Puskesmas.

4. Menjaga Kesehatan organ reproduksi

  • Usahakan organ kemaluan dalam kondisi kering, setelah BAB/BAK lap dengan menggunakan tissue/  handuk yang lembut, kering, bersih, hal ini untuk menghidari timbulnya jamur diarea kemaluan
  • Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat/ katun
  • Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari
  • Bagi perempuan, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidakmasuk ke dalam organ reproduksi.
  • Pada saat haid , seringlah mengganti pembalut paling lama setiap 4 jam sekali
  • Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agar mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual serta menurunkan risiko kanker penis.

5. Menjaga Kesehatan jiwa

Sebelum menikah, calon pengantin harus mempersiapkan mental. Karena pada saat pernikahan akan banyak terjadi penyesuaian terhadap karakter pasangan, penyesuaian peran, ekonomi dan sosial. Oleh karena itu sangat penting bagi catin untuk menjaga kesehatan jiwanya sebelum menikah.

Berikut cara menjaga Kesehatan jiwa antaralain:

  • Katakan sesuatu yang positif pada diri sendiri.
  • Kenali karakter calon pasangan dan keluarga
  • Jalin hubungan baik dengan calon pasangan, keluarga maupun orang lain
  • Bersama- sama menjaga Kesehatan keluarga seperti rajin olahraga, konsumsi makanan berigizi seimbang, istirahat yang cukup.
  • Tetap menjalani hobi yang positif

Dalam Kesehatan terdapat kebebasan. Kesehatan adalah hal paling pertama dalam semua kebebasan ( Henri Frederic Amiel)

Bahan bacaan :

Kemeterian Kesehatan RI. (2020). Panduan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Calon pengantin dalam Masa Pandemi Covid dan Adaptasi Kebiasaan Baru

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buku saku Kesehatan Reproduksi dan Seksual Bagi Calon Pengantin

link : https://health.kompas.com/read/2020/10/11/090100068/10-cara-menjaga-kesehatan-mental?page=all

Leave a Reply

eleven + 10 =

Open chat