PERAN ANTIOKSIDAN TERHADAP PENURUNAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG

jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian terbesar sebanyak 15%. Penyakit jantung disebabkan adanya penyempitan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Faktor resiko utama yang menyebabkan penyakit jantung adalah peningkatan kadar kolesterol darah di atas angka normal yang distandartkan. Perubahan gaya hidup menyebabkan perubahan konsumsi yang mengarah ke jenis-jenis makanan kaya lemak jenuh dan kolesterol. Menurut National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), pada tahun 2005-2008 di Amerika Serikat sekitar 23% orang dewasa berusia 20-65 tahun mengalami peningkatan kadar kolesterol total. Untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah bisa dengan mengkonsumsi antioksidan. Antioksidan ini berperan sebagai pelindung terhadap peroksidasi lemak di dalam membran.

Antioksidan alami bisa diperoleh dari buah, daun, akar maupun biji. Senyawa metabolik yang berperan sebagai antioksidan yaitu seperti kumarin, flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, dan triterpenoid. Flavonoid mampu menghambat perkembangan penyakit jantung, melalui potensinya sebagai antioksidan. Kerja flavonoid mirip dengan estrogen yaitu sebagai kardioprotektif. Kerjanya melalui mekanisme perbaikan profil lipid yaitu menurunkan kolesterol total, LDL dan trigliserid serta meningkatkan HDL. Penurunan kolesterol oleh flavonoid juga dapat melalui mekanisme lain yaitu peningkatan sekresi asam empedu dan penurunan metabolisme kolesterol. Flavonoid merupakan antioksidan paling efektif untuk inaktivasi radikal hidroksil dan peroksil lipid, serta membentuk ikatan kompleks dengan ion logam, sehingga mencegah pembentukan reactive oxygen species (ROS). Senyawa ROS memberikan efek merusak bila keseimbangan antara oksigen dan antioksidan terganggu. Selain flavonoid yang berperan terhadap penurunan resiko penyakit jantung adalah saponin. Menurut Wilcox et al dan Malinow et al bahwa saponin berperan menghambat penyerapan kolesterol di usus. Konsekuensi penghambatan penyerapan kolesterol adalah kolesterol dikeluarkan dari tubuh bersama feses yang merupakan lintasan utama untuk mengeluarkan kolesterol. Messina dan Lee et al mengemukakan bahwa saponin akan berikatan dengan asam empedu dan meningkatkan ekskresi asam empedu di dalam feses dan sterol netral (seperti koprostanol dan kolestanol). Hal ini menyebabkan konversi kolesterol menjadi asam empedu sangat meningkat untuk upaya mempertahankan depot asam empedu.

Konsekuensinya, reseptor LDL dari hati akan dinaikkan sehingga terjadi peningkatan pengambilan LDL yang akan disertai dengan penurunan kadar kolesterol plasma. Kadar kolesterol plasma menurun diikuti dengan menurunnya faktor resiko terjadinya penyakit jantung. (Penulis : Indrawati)

Leave a Reply

4 × 2 =